Kamis, 20 April 2017

Memang Kenapa Bila Aku Perempuan




Apakah salah bila aku adalah seorang perempuan?
Apakah dosa bila seorang perempuan bermimpi?
Lalu untuk apa adanya perjuangan sang ibu Pertiwi?

Iya, aku adalah seorang perempuan
Aku adalah seorang pemimpi
Dan aku hidup untuk mewujudkannya

Sungguh miris, ketika orang menganggap kaumku rendah
Hati ini patah, ketika para perempuan tidak diperbolehkan untuk bermimpi

Taukah kau?
Ini bukanlah zaman kegelapan lagi
Apakah salah bila kami memiliki mimpi yang tinggi?

Sungguh lucu negeri ini
Lalu untuk apa ada kata habis gelap terbitlah terang?
Dan untuk apa ada kata kejarlah mimpi sampai ke negeri cina?
Apakah itu hanya kata tak bermakna?

Betapa sedihnya ibu Kartini bila tau bahwa hingga saat ini kaumnya masih dipandang sebelah mata
Apakah hatinya tidak akan terluka?

Waktu banyak berganti
Tetapi perjuangan kaum perempuan masih dipandang sia
Aku takkan berhenti
Aku akan terus melanjutkan mimpiku
Dan aku akan terus memperjuangkan usaha sang ibu Kartini



#HariKartini
#MemangKenapaBilaAkuPerempuan
#AkuPerempuan
#PerempuanPemimpi







Selamat hari Kartiniiiii temen temen. Aku menulis ini dengan keadaan emosi. Kenapa? Karena ternyata tidak sedikit orang masih menganggap perempuan tidak perlu sekolah tinggi dan memiliki mimpi. Apalagi sebagian orang mengatakan "untuk apa perempuan sekolah tinggi tinggi kalau akhirnya di dapur juga" Hhmm. Yaa agak miris sih, bener bener keterlaluan menurutku.

Apakah kaum perempuan harus terus bungkam tentang mimpinya? Tidak. Suarakanlah mimpimu, perempuan. Setiap orang memiliki hak untuk bermimpi, dan para perempuan pun tidak ada salahnya untuk menggantungkan cita citanya setinggi langit.

Yaa namanya juga hidup pasti tidak ada yang mudah, apalagi untuk mewujudkan mimpi kita. Terkadang kita akan diuji oleh Tuhan sampai mana pengorbanan kita untuk mimpi tersebut. Selagi kita masih mampu untuk menggapainya, kenapa tidak? Apalagi bila mimpi itu adalah mimpi yang mulia. Perjalanannya pun yaa harus berliku supaya lebih berwarna.

Yap aku terinspirasi membuat karangan ini dari film Kartini. *sebenernya karena abis dengerin salah seorang yang menilai kaum perempuan* Ada yang udah nonton? Kalo aku sendiri belum. Hehehe. Aku seneng karena disitu soundtracknya diisi oleh Kak Gita yang duet bareng idolanya tante Melly. Aku salah satu fansnya kak Gita Gutawa lhoo, kkk~ dan aku juga suka dengerin lagunya tante Melly, bagus bagus banget♡.

Yuk nonton dulu trailer filmnya, nontonnya di youtube yaa. Kalo suka langsung nonton yaa di bioskop, ajak orangtuamu, adik, kakak, abang, nenek kakek, temen, guru, tetangga, pacar, dan semuanyaaa.

Untuk para pemuda pemudi Indonesia, janganlah pernah berputus asa tentang mimpi kalian. Yuk tanam mimpi kalian, jangan lupa untuk terus merawat mimpi itu dengan motivasi, menyiram mimpi itu dengan doa, dan memupuk mimpi itu dengan usaha. Maka kelak, dengan izin Tuhan mimpimu itu akan terwujud.

Semangat Pejuang Indonesia. Bermimpilah untuk masa depan yang cerah. Jangan ragu dengan langkahmu. Selalu awali harimu dengan doa dan senyum. Selamat Hari Kartiniii ^_^







Selasa, 18 April 2017

Hilang





Tidak ada siapapun
Hanya ada aku dengan pintu putih
Angin yang berhembus mengangkat tangan ini untuk menarik daun pintu

Terpana dengan apa yang diriku lihat
Suasananya terasa hangat
Warnanya memancarkan cahaya ke luar
Seakan akan ruangan itu memanggil dan hendak memeluk tubuh ini

Kaki ini mengantar diriku masuk ke dalam ruang tersebut

Seketika mulut ini terkunci
Imajinasiku hanyut dalam ruangan ini

Hatiku berdebar
Kaki ini membeku tak dapat bergerak

Aku masih berdiri tegak menatap sekeliling ruang ini
Ku coba untuk mengedipkan mata sejenak

Tunggu
Di sini gelap
Tiba tiba ruangan ini gelap
Kemana pintu putih itu?
Tidak ada setitik cahayapun di sini
Apakah aku hilang dari dunia?







image by static.republika.co.id

Sabtu, 18 Maret 2017

Daffodil Bouquet







Embun pagi menyambut sang mentari dengan diiringi kicauan burung yang terbang menjauhi sangkarnya. Terlihat seorang gadis yang memulai rutinitas kesehariannya di sebuah kamar kecil. Alena Frenziya, itulah namanya.

Alena tinggal di tengah kota Gangnam seorang diri. Di negeri ginseng ini, dia merantau hendak mengadu nasib. Tapi tampaknya Dewa tidak berpihak kepadanya. Gadis itu telah tinggal 3 tahun lamanya di kota ini, tetapi belum ada banyak perubahan di kehidupannya. 

Hari ini adalah hari spesial baginya. Umurnya kini telah menginjak usia dua puluh satu tahun. Tidak ada ucapan, tidak ada kue, dan tidak ada kerabat. Dia sudah terbiasa dengan kesepiannya ini.

Alena memulai paginya dengan berjalan kaki menuju kampus dimana ia mengenyam pendidikan yang ia dapat melalui beasiswa S1 dari pemerintah. Tidak mudah baginya untuk menggapai hal tersebut, karena dia harus beradu dengan ratusan peserta lainnya yang menginginkan beasiswa tersebut. Ini adalah suatu hal yang harus disyukuri olehnya.

Di persimpangan jalan, Alena mengunjungi sebuah toko yang sederhana. Dia membeli sepotong roti dan segelas susu. Belanjaannya dibungkus dengan paper bag rapi. Kini Alena melanjuti perjalanan menuju kampus dengan senyum tipisnya.

Gerbang tinggi yang sekitar tiga meter telah terbuka lebar sejak tadi pagi. Gerbang itu seakan – akan menyambut para mahasiswa dan dosen yang memiliki urusan di dalam sana. Alena sedikit berlari ketika sudah memasuki gerbang, karena sebentar lagi Mr. Kim akan memulai pelajarannya.

Sekitar dua jam telah berlalu, kini Alena tengah bersender di pohon rindang yang berada di taman tersebut. Ia sibuk dengan jurnal dan pulpen yang menari di atasnya. Tanpa disadarinya, telah banyak burung yang menghampirinya bak sedang mengemis makanan. Alena tersadar dan teringat dengan roti yang dibelinya saat di persimpangan tadi. Ia pun mengeluarkan isi paper bagnya. Perutnya keroncongan, tetapi tidak tega bila harus menghiraukan para burung yang ada di sekitarnya. Akhirnya ia memberikan roti itu kepada para burung dan ia hanya menyantap segelas susu yang tersisa. Alena kembali sibuk dengan jurnalnya. 

Tak terasa waktu telah berlalu, kini Alena bangkit dari duduknya dan hendak pergi ke tempat lain. Di perjalanan sorenya, ia bertemu dengan seorang nenek tua yang berjalan tertatih sendirian. Alena pun menghampirinya. Muka sang nenek terlihat begitu pucat dan mengeluarkan keringat dingin. Dia pun menggiringnya ke taman terdekat. Ia tak lupa membeli makanan dan minuman untuk disantapnya dengan si nenek.

“Harmeoni, igeo bbang isseoyo. Mokgetseumnida” ujar Alena memberikan roti kepada sang nenek.

“Gomaweoseo” sang nenek dengan tangan bergetar melahap roti tersebut.

“Hwoimangeun kkumi anira, kkumeul sirhyeonhaneun bangbeobida.  Mueosirado kkumeul kkul su itdamyeon, geugeoseul sirhaenghaneun geot yeoksi ganeunghada.”

Sang nenek seakan tahu cerita kehidupan Alena dan memberikan sebuah motivasi. Air mata Alena meluncur, hatinya tersentuh dan ia teringat dengan mimpinya yang telah dirancangnya rapi ketika empat tahun yang lalu. Kini ia bangkit dan hendak memulai awal yang baru dengan semangat yang baru.

Alena hendak pergi dari taman tersebut, tetapi sang nenek memanggilnya dan memberikan sebuket bunga cantik daffodil. Dengan arti terlahir kembali, semangat baru, kehormatan, dan penghargaan. Alena menerimanya dengan senang hati. Alena dan sang nenek pun harus berpisah, mereka mengucapkan rasa terimakasih satu sama lain.

Alena berjalan hendak pulang, kini badannya lebih terasa ringan dan bibirnya mengulas senyum yang sangat merekah. Di tangannya masih menggenggam erat bunga pemberian sang nenek. Ditatapnya langit, dengan syukur dia ucapkan pada Sang Cipta atas hidup yang telah diberikan.



Harapan bukanlah impian, tetapi jalan membuat impian menjadi nyata. Jika kamu bisa memimpikan itu, kamu bisa melakukannya.







I

Senin, 06 Juni 2016

Daun







Daun mendayu tertiup angin
Ranting yang kuatpun tak dapat menahannya
Angin terus berhembus,
Membuat daun itu terbang lalu terhempas ke tanah

Satu persatu daun yang menguning bertebaran
Bak musim gugur tengah berlangsung
Burung yang bersiul menjadi saksi
Seakan tersirat kekecewaan













photo cr. by : jauharyzae.wordpress.com

Selasa, 16 Februari 2016






Diamku bukanlah berarti aku tidak perduli padamu
Bukan berarti pula bahwa aku melupakanmu


Banyak rasa dan kata yang tersimpan dalam diamku
Biarkan untuk kusimpan dan kutata rapi dalam hati ini
Bukan karena aku tidak mengerti bagaimana harus menyampaikannya
Tetapi, karena dengan beginilah lebih baik keadaannya












Image cr. by : thebrainmaster.com

Rabu, 30 Desember 2015





Sunyi..
Tidak ada sepatah kata yang terdengar lagi
Seakan-akan mulut ini terkunci
Kalimat-kalimat indah yang terucap, kini sudah hilang
Diam membisu, itu yang kita lakukan

Canggung..
Suasana yang hangat kini telah sirna
Suasana yang nyaman kini telah pudar
Angan-angan akan indahnya dunia kini menjadi suram
Kita larut dengan hanyutnya hati



Datang dan pergi











Photo by cr. tinybuddha.com

Minggu, 13 Desember 2015

Hello





Hhmm

Test test test

Ok, hello everybody! 안녕 하세요~ ㅋㅋㅋ

Hi everyone! I will tell you about myself. I'm a girl who love korean, especially Super Junior. Did you know Super Junior? Hehehe

Ok, next. Sebenernya ini adalah pertama kali aku buat blog, jadi karena blognya baru dan masih kosong yaa aku post corat coretan gini deh. Hihihi. Hhmm aku punya banyak hobi. Karena aku sekarang udah punya blog, aku bakal memperdalam hobiku yaitu menulis.

Aku berharap hobiku yang satu ini bakal bermanfaat buat banyak orang, entah aku bakal post apa nanti, jadi liat aja dan tunggu next postan aku ok ;) aku harap juga tulisanku untuk postan selanjutnya bakal berjalan baik, mendapat tanggapan positif, semoga aku punya ide buat artikel dsb dan semoga nggak lupa juga buat postnya wkwkwk..

Udah segitu dulu aja yang aku ceritain, next time aku bakal cerita lagi masih dengan tema "Myself" arigatou minnasan

감사합니다~ 반갑습니다^^ see ya next time